Thursday, January 9, 2020

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya | Power Amplifier adalah alat yang berfungsi untuk menguatkan sinyal audio dan sekaligus untuk menyalakan speaker. Tanpa Amplifier maka speaker tidak dapat digunakan. Dan tanpa amplifier, suara yang dihasilkan speaker akan jauh dari yang diharapkan. Di setiap barang elektronik yang mengeluarkan suara pasti memiliki amplifier, bisa dalam bentuk kotak atau hanya chip.

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya


Di lapangan banyak orang yang menyebut amplifier itu adalah Power Amplifier, ada juga yang bilang tapedeck, ampli, monoblock, pre-amp, dan sebut-sebutan nama amplifier lainnya. Ada juga yang mengkategorikan amplifier berdasarkan watt yang dihasilkannya. Tapi apakah amplifier pada speaker itu sama semua ?

Pada dasarnya amplifier itu kerjanya hanya 1 yaitu menguatkan sinyal. Tapi yang membedakan adalah sinyal yang dikuatkan. Pre Amplifier hanya menguatkan sinyal output tapi tidak bisa menghidupkan speaker, sedangkan power amplifier dapat mengeluarkan suara pada speaker namun tidak nyaring. Pada artikel kali ini saya akan membahas jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya.

Amplifier


Amplifier atau Integrated Amplifier adalah alat yang dapat mengubah sinyal audio menjadi sinyal suara yang dikeluarkan oleh speaker. Amplifier merupakan amplifier yang biasa dipakai untuk menghidupkan speaker rumahan. Amplifier biasanya hanya terdiri dari volume control dan tone control. Daya yang dikeluarkan oleh amplifier bervariasi, dari 8 watt hingga 100 watt. Ukuran dari amplifier biasanya kecil dan ringan. Dari segi harga, amplifier juga tidak terlalu mahal.

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya - gambar1


Pre-Amplifier


Pre-Amplifier merupakan amplifier yang berfungsi untuk menguatkan sinyal input sebelum diteruskan ke amplifier (integrated amplifier). Terdapat 2 jenis pre-amplifier yaitu IC Pre-Amp dan Pre-Amplifier biasa.

IC Pre-Amp merupakan Pre-Amp yang berupa chip atau komponen elektronika, biasanya IC 4558D. Selain IC 4558D, transistor dan komponen penguat tegangan lainnya dapat dikategorikan sebagai pre-amp karena dapat menguatkan sinyal input yang kecil. Pre-Amp terdapat di smartphone, laptop, dvd, mixer audio, dan lain-lain.

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya - gambar2
Mixer Audio


Pre-Amplifier biasa adalah amplifier yang berfungsi untuk menguatkan sinyal input dalam bentuk alat dan bukan dalam komponen. Pre-Amplifier biasanya berupa mixer audio karena fungsi mixer audio selain untuk mixing audio, dapat juga untuk mengontrol kekuatan sinyal input.

Power Amplifier


Power Amplifier adalah amplifier yang mempunyai daya keluaran diatas 150 watt. Power Amplifier biasanya digunakan untuk menyalakan speaker dengan daya besar seperti speaker lapangan atau konser. Power Amplifier hanya mempunyai volume control, speaker input, audio input dan output, dan pengubah mode amplifier. 

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya - gambar3


Dari segi ukuran, power amplifier mempunyai ukuran yang bervariasi, ada yang kecil seperti amplifier biasa dan ada juga yang lebih besar dari amplifier biasa. Yang paling mencolok dari power amplifier dengan amplifier adalah berat. Power Amplifier memiliki berat yang jauh berbeda dibanding dengan dengan amplifier. Penyebabnya adalah ukuran trafo yang digunakan power amplifier jauh lebih besar dibanding amplifier biasa.

Tape Deck/Home Theater


Tape Deck atau Home Theater atau amplifier integrasi lainnya merupakan amplifier yang sekaligus memiliki fungsi lain seperti memutar dvd (Home Theater) atau memutar kaset (Tape Deck). Dari segi daya yang dikeluarkan, tape deck atau home theater biasanya mempunyai daya keluaran sekitar 30 watt hingga 80 watt. 

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya - gambar4
Home Theater


Jarang saya temui tape deck atau home theater dengan daya 300 watt keatas, jika pun ada itupun didukung oleh speaker dengan impedansi kecil seperti home theater saya. Home Theater saya memiliki output daya tiap speaker sekitar 70 watt dan max 140 watt, namun impedansi speaker saya adalah 4 ohm sehingga amplifier kecil dapat dengan mudah menyalakan speaker saya

Dari segi berat, berat amplifier dengan tape deck/home theater kurang lebih sama. Hanya lebih banyak fitur untuk tape deck/home theater dibanding amplifier biasa.

Power Mixer


Power Mixer adalah mixer audio yang terintegrasi dengan power amplifier, atau bahasa mudahnya mixer audio yang ada powernya. Sesuai judulnya, power mixer dapat melakukan mixing audio sekaligus menyalakan speaker. Terdapat 2 bentuk power mixer, power mixer dengan kontrol dari depan dan power mixer dengan kontrol dari atas.

Power mixer dengan kontrol dari depan merupakan power mixer yang biasanya digunakan untuk  acara rumahan seperti karaokean dan acara kecil, contoh merek dari power mixer ini adalah bmb da 3000 pro. Power mix ini memiliki bentuk seperti amplifier biasa namun terdapat panel didepannya, biasanya panel-panel ini terdiri dari tone control, volume control, usb, microsd, jack mic, dan bluetooth. Untuk daya keluaran dari power mixer ini biasanya sekitar 150 watt hingga 300 watt.

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya - gambar5
Power Mixer kontrol depan


Power mixer dengan kontrol dari atas merupakan mixer audio pada umumnya namun terdapat power amplifier di dalamnya. Tidak terdapat perbedaan yang jauh pada power mixer ini hanya bedanya yaitu ukuran mixer yang lebih besar dan terdapat volume control pada mixer audio. Untuk daya keluaran dari power mixer ini biasanya sekitar 200 watt hingga 1000 watt.

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya - gambar6
Power Mixer kontrol atas


Power Monoblock


Power Monoblock adalah amplifier dengan efisiensi daya yang tinggi sehingga memiliki daya keluaran yang besar namun membutuhkan daya listrik yang kecil untuk beroperasi. Power Monoblock kita kenal dengan sebutan amplifier untuk mobil. Fungsi dari power monoblock yaitu untuk menjalankan speaker dengan daya yang besar seperti woofer atau subwoofer. Daya yang dihasilkan monoblock juga bervariasi dari 1000 watt hingga puluhan ribu watt.

Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya - gambar7


Tapi walaupun punya daya yang besar, power monoblock lebih cocok digunakan untuk menjalankan speaker mobil dibanding speaker rumahan. Penyebabnya adalah impedansi speaker di mobil itu berbeda dengan speaker rumahan. Power Monoblock mirip dengan home theater dimana daya keluarannya besar karena impedansi speaker yang kecil.

Dari segi ukuran, power monoblock memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding dengan amplifier biasa karena sumber daya dari monoblock adalah arus DC sehingga tidak diperlukan trafo.

Itulah Jenis-jenis Power Amplifier dan perbedaannya. Jika anda mempunyai pertanyaan mengenai artikel ini atau koreksi silahkan tanya di kontak kami atau di komentar. Dan jika menurut anda artikel ini bermanfaat tolong di share, hitung-hitung jadi amal. Sekian dari saya.

0 komentar

Post a Comment

Peraturan berkomentar di Alqisyan Blog :
1. Tidak boleh SPAM, segala link aktif atau tindakan promosi situs dan lainnya akan dianggap SPAM.
2. Tidak boleh menyebarkan SARA dan Pornografi.
3. Menggunakan kata-kata yang sopan dan sesuai tata bahasa indonesia yang baik dan benar agar mudah dibaca oleh admin dan komentator lainnya.
4. Komentar harus sesuai dengan isi post, jika tidak sesuai akan dianggap SARA dan SPAM.

Untuk jadwal respon bisa dilihat di halaman kontak kami