Sabtu, 19 Mei 2018

Apa itu Crossover dan fungsinya pada Speaker

Apa itu Crossover dan fungsinya pada Speaker


Apa itu Crossover dan fungsinya pada Speaker | Speaker adalah komponen elektronika yang fungsinya mengubah sinyal audio menjadi suara. Kita semua pasti memiliki Speaker, entah itu dari beli atau dapat dari paket home theater. Biasanya kita menggunakan Speaker untuk memutar musik, menonton film, atau sekedar untuk pengeras suara pada hajatan atau acara besar. Jika dilihat, Speaker memiliki banyak bentuk dan jika didengar mengeluarkan nada yang berbeda-beda.

Biasakan baca artikel (dimana pun itu) dengan teliti dan lengkap.

Penyebab nada yang dikeluarkan Speaker berbeda-beda karena Speaker memiliki 3 jenis yaitu Speaker nada rendah, vokal, dan nada tinggi. Selain itu juga terdapat peran komponen elektronika agar nada yang masuk ke dalam Speaker sesuai dengan kemampuan Speaker tersebut. Komponen elektronika tersebut dirangkai jadi satu dan bernama Crossover.

Apa sih Crossover itu ?


Crossover 2-Way
Crossover 2-Way - Sumber : parts-express

Secara umum Crossover merupakan komponen pasif elektronika yang dirangkai jadi satu. Komponen elektronika ini adalah kapasitor, induktor, dan resistor. Tapi yang paling sering digunakan adalah kapasitor dan induktor. Fungsi Resistor dalam Crossover hanya untuk mengurangi sensitivitas Speaker. Crossover ini dapat kita beli dalam bentuk sudah jadi atau beli perkomponen dan dirangkai agar dapat berfungsi sebagai Crossover.

Crossover terbagi menjadi 3 model sesuai dengan banyak Speaker yang digunakan, Crossover 1 Speaker, Crossover 2-Way Speaker, dan Crossover 3-Way Speaker. Crossover 1 Speaker biasanya ditemukan pada Subwoofer. Crossover 2-Way digunakan pada sistem Speaker 2-Way atau Speaker Woofer dan Tweeter karena jenis Crossover ini membagi nada menjadi nada rendah dan tinggi. Crossover 3-Way digunakan pada sistem Speaker 3-Way atau Speaker Woofer, Midrange, dan Tweeter, Crossover jenis ini membagi nada menjadi 3 bagian yaitu rendah, tengah, dan tinggi.

skema crossover 3-way
Skema Crossover 3-Way

Crossover juga terbagi dalam 2 jenis yaitu pasif dan aktif. Crossover pasif merupakan komponen pasif elektronika yang dirangkai jadi satu dan nilainya tidak bisa diubah (nilai cutoff frekuensi), Crossover pasif terletak di dalam box Speaker. Crossover aktif merupakan Crossover dimana nilai cutoff frekuensi dapat diubah, biasanya Crossover aktif digunakan pada sound system panggung atau out.

Crossover aktif
Crossover aktif - Sumber : dbxpro


Apa fungsi Crossover ?


Pada artikel saya yang berjudul jenis-jenis Speaker Driver dan fungsinya, telah saya jelaskan bahwa setiap Speaker memiliki rentang kerjanya masing-masing. Kenapa mempunyai rentang kerja masing-masing ? Karena agar suara yang dikeluarkan seimbang dan bertenaga sesuai nada. Agar nada yang masuk ke dalam Speaker sesuai dengan rentang kerjanya maka digunakan Crossover. Jadi fungsi Crossover adalah memblokir nada yang tidak diinginkan masuk ke dalam Speaker.

Contoh Skema pengggunaan Crossover


Jika Speaker tidak menggunakan Crossover maka terdapat 2 kemungkinan yang akan terjadi pada Speaker, pertama Speaker tetap bekerja namun suara yang dikeluarkan jelek atau bahkan terdengar tidak jelas, kedua Speaker langsung rusak. Umumnya Speaker yang langsung rusak jika tidak dipasang Crossover adalah Tweeter karena konus Speaker ini sangatlah kecil. Sedangkan untuk Speaker Woofer suara bass yang akan terasa bercampur dengan suara vokal dan nada tinggi jika tidak menggunakan Crossover(Untuk sistem 3-Way).

Apakah Speaker pasaran sudah memiliki Crossover ?


Pada dasarnya sudah ada namun hanya sekedarnya saja. Maksudnya disini Crossover hanya digunakan untuk memblokir nada pada Speaker yang sensitif dan mudah rusak seperti Speaker Tweeter. Pada Speaker lainnya tidak digunakan Crossover. Hal ini dimaksud untuk mengurangi biaya pembuatan Speaker.

Kesimpulan


Seperti pada penjelasan sebelumnya bahwa Speaker mempunyai rentang kerjanya masing-masing sekalipun pada Speaker Full Range. Fungsi terdapat rentang kerja agar suara yang dihasilkan maksimal. Oleh karena itu perlu dilakukan pemblokiran pada nada yang tidak sesuai dengan kemampuan Speaker. Perbedaan Speaker yang menggunakan Crossover lengkap dengan Crossover setengah lengkap ialah pada suara treble dan bass yang keluarkan.

Menurut pendapat saya Speaker yang hanya menggunakan Crossover pada Midrange dan Tweeter memiliki suara yang terdengar tidak jelas karena suara Mid dan Treble masuk pada Woofer. Selain itu juga suara Bass yang dikeluarkan tidaklah jernih karena suara Mid dan Treble juga ikut masuk.

Itulah Apa itu Crossover dan fungsinya pada Speaker. Jika anda mempunyai pertanyaan mengenai artikel ini atau koreksi silahkan tanya di kontak kami atau di komentar. Dan jika menurut anda artikel ini bermanfaat tolong di share, hitung-hitung jadi amal. Sekian dari saya.
loading...
Load disqus comments

0 komentar